May, 10 2019



Tanda-Tanda Dia Menyukaimu

Author Idelia Risella


Bukan uang apalagi kata manis dan janji-janji. Ini tentang waktu yang jadi investasi.

 

Saya yakin, kita semua tahu benar bahwa waktu adalah satu hal dalam hidup yang tidak bisa kembali. Untuk itu, waktu menjadi hal yang paling berharga. Nilainya bahkan lebih daripada uang dan harta.

 

Baiklah, cukup basa basinya sampai sini. Langsung saja ke inti pembahasan karena urusan cinta memang kebanyakan basa-basi. Apalagi jika berurusan dengan orang yang tidak tahu maunya apa*.

 

Waktu adalah investasi terbesar dalam membangun sebuah hubungan. Ini yang jadi jawaban jika lain kali kamu penasaran tentang apa yang Sang Pria Incaran rasakan tentangmu.

 

Ini bukan tentang seberapa manis kata-katanya atau seberapa banyak uang yang ia habiskan untukmu. Ini tentang waktu yang ia habiskan untuk atau denganmu.

 

Mari kita langsung masuk ke satu cerita sederhana yang saya dengar beberapa waktu lalu agar mudah dipahami.

 

Andre** merasa sudah menjalani hubungan dengan seorang perempuan bernama Rara** selama beberapa bulan. Namun, ada perasaan mengganjal yang tidak bisa ia jelaskan. Kadang-kadang ia merasa Rara tidak benar-benar berkomitmen dengannya. Dia tidak berani bertanya. Ia tidak ingin membuat masalah karena Rara selalu menghindar dari pertanyaan itu. Jadi saya bertanya lebih lanjut. Seperti apa pola komunikasi mereka dan seberapa intens pertemuan mereka.

 

Andre menjawab, “Biasanya kami bertemu seminggu sekali. Kadang-kadang dua minggu sekali tergantung seberapa sibuk Rara dengan pekerjaannya. Kami juga jarang bicara di Whatsapp atau telepon karena Rara sibuk. Tapi tidak apa-apa, karena Rara juga sangat menghargai kesibukan saya. Bahkan dia tidak ingin mengganggu jika saya sedang bersama teman-teman. Jadi, saya juga tidak ingin mengganggu jika dia sedang bersama teman-temannya. Tapi setiap minggu pasti ada kabar.”

 

Ada tanda-tanya buruk di sana. Pertama-tama, Rara dan Andre tidak meluangkan waktu cukup untuk berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang sering itu penting. Seberapa seringnya memang tergantung masing-masing pasangan, tetapi sepertinya untuk sampai membiarkan lebih dari dua hari tanpa kabar sama sekali (dengan alasan sibuk atau yang bisa dikategorikan dalam tanpa alasan) bahkan sampai berulang terus menerus, bukanlah tanda yang baik untuk hubungan ini.

 

Ada batasan di antara menghargai privasi atau menyembunyikannya.

 

Kemudian terlihat bahwa Rara “menyembunyikan” teman-temannya dan kehidupannya dari Andre dengan alasan menghargai privasi. Saya setuju. Ada ruang privat yang sebaiknya dihargai tetapi bukan disembunyikan. Tidak ada salahnya Andre untuk kenal dengan teman-teman Rara dan sesekali coba ikut dalam dunia mereka. Kemungkinan terbesar, Rara tidak benar-benar berada dalam komitmen yang sama dengan Andre. Rara tidak sepenuhnya menyukai Andre. Cukup untuk berbagi kehidupan dengannya.

 

Masih banyak cerita lain selain kisah Andre. Kamu beruntung jika belum pernah mengalaminya. Saya salah satu dari orang yang kurang beruntung. Menghabiskan waktu untuk menunggu ketidakpastian. Ada beberapa poin yang saya dapatkan dari pengalaman berharga masa lalu. Tentang keseriusan seseorang pada fase awal membangun hubungan.

 

  • Kata-kata manis dan janjinya sama kosongnya dengan angin. Dia bisa melakukannya tanpa usaha. Sama seperti kita semua bisa menulis ‘hahaha’ tanpa benar-benar tertawa.

  • Menghitung tanda-tanda ketertarikannya bukan dari apa yang ia lakukan saat ini, tapi konsistensinya melakukan itu terus menerus seiring waktu.

  • Kadang, tanda-tanda yang dia berikan tidak harus berupa kata-kata atau perbuatan. Rupanya bisa berupa diam.

 

Jadi jika kamu merasa dia sekarang sedang memperhatikanmu, coba lihat konsistensinya tentang waktu yang akan diinvestasikan. Lewat rencana-rencana kencan bersama, menemanimu berjam-jam di telepon, mengorbankan waktunya sendiri untuk kepentinganmu, dll. Jika Si Dia melakukannya maka tanda-tanyanya dia menyukaimu!

 

*Tarik nafas panjang dan hembuskan. Tidak boleh emosi, harus tetap tenang. Hufffffff

**bukan nama sebenarnya

 

Ilustrasi: @febiramdhan

Baca juga: Sungguh, Tidak Akan Main Tinder Lagi!

 


Booking.com