Nov, 06 2019



Pribadi Baik Hati

Author Calvin Chandra & Idelia Risela


“Dunia ini bisa merasakan keuntungan yang luar biasa besar dari kebaikan hati kita. Sebagaimana kita merasa diuntungkan oleh kebaikan kecil yang kita lakukan.” -Calvin Chandra

 

Ketika mengalami masalah dengan pasangan banyak orang merasa ingin mengendalikan keadaan dan melupakan esensi penting dalam hubungan itu sendiri. Ini bukan soal saling menyayangi tapi bagaimana bisa berkompromi dengan pasangan untuk menemukan solusi yang baik untuk bersama. Salah satunya adalah dengan memiliki kepribadian diri yang berpusat pada kepemilikan hati yang baik. Sejatinya, semua kebaikan berasal dari diri sendiri yang kemudian orang di sekitar kita pun akan ikut berubah saat kita sendiri sudah dapat menjadi baik. Kita tidak pernah dapat mengendalikan orang lain tapi kita bisa mempengaruhi orang lain, memberikan inspirasi untuk pasangan kita mencontoh diri kita. Sehingga awalnya adalah pada bagaimana kita menjadikan diri kita sendiri baik. Teori ini pun saya bicarakan dengan figur Instagram, Calvin Chandra, yang mencetuskan tentang bagaimana kita harus menjadi manusia yang baik hati.

 

***

 

Ada yang bilang pada dasarnya manusia dilahirkan baik. Menurut saya, manusia dilahirkan netral. Tidak baik atau pun jahat. Hal yang mengubah kita menjadi baik adalah keuntungan menjadi baik. Memang terkesan egois. Sejak kecil, orang tua kita mengajarkan untuk berbagi dan menunjukan keuntungan dari berbagi. Akhirnya kita berubah menjadi orang yang baik karena kita menyadari keuntungannya. Saya sendiri berusaha untuk menjadi baik hati untuk alasan yang egois. Saya ingin hidup dalam kedamaian.

 

Tumbuh besar dengan banyak masalah dalam keluarga, membuat saya menjadi seperti sekarang. Orang yang cukup pemarah dan cepat tersinggung. Keluarga saya jauh dari ideal. Bahkan kami sempat jatuh miskin. Banyak mimpi yang perlu dikubur dalam-dalam semasa kecil. Mungkin, karena itu saya menjadi seseorang yang ketus, sering menyalahkan hidup dan orang lain. Saya pernah mengalami keputusasaan hingga tenggelam dalam tangis. Seakan tidak ada jalan keluar. Jadi, saya mencari bantuan ke psikolog. Saya harus menemukan kembali semangat untuk berkarya. Jika saya tidak bisa menemukannya dalam diri saya, mungkin saya bisa mendapatkannya dari orang-orang di sekitar saya.

 

Saya mulai membuat sesi Kind Words di Instagram. Orang bisa mengirimkan sebuah simbol lewat direct message, lalu saya akan berusaha untuk mengirimkan kalimat-kalimat baik yang didasarkan pada feed instagramnya. Tidak lama kemudian, saya juga membuat sesi Pooisi atau puisi kilat. Dimana orang bisa mengirimkan satu kata atau konteks yang akan saya sulap dalam bentuk puisi. Awalnya, karena saya ingin mengeksplorasi keterampilan dalam menulis. Tetapi selama saya bersenang-senang dengan ini, saya malah dipertemukan dengan mereka.

 

Mulai ada yang bercerita tentang kehidupannya. Banyak. Saya cukup terkejut, ada orang-orang yang mudah percaya pada saya. Ternyata, sangat banyak orang memiliki kerapuhan dalam hidup. Kita melihat begitu banyak orang berbagi tawa dan kegembiraan. Kita jarang sadar bahwa mereka juga sedang bertarung dalam kehidupannya masing-masing. Mereka membuka perspektif saya tentang kebaikan. Mungkin, saya memang harus menjadi orang yang lebih baik hati. Dan saya mau jadi baik.

 

Alam semesta seperti mendengar dan mendukung. Lewat instagram, saya sekarang berbagi kebaikan. Konsen utama saya adalah kesehatan mental, sebenarnya. Saya tidak peduli tentang menjadi influencer atau artis Instagram. Tetapi tentang pengaruh baik yang bisa saya berikan pada orang lain.

 

Apakah saya membuat orang lain merasa hidupnya lebih kaya dengan karya-karya yang saya buat?

 

Terlalu sombong untuk mengatakan bahwa saya sudah menjadi orang yang baik hati saat ini. Saya hanya terus berusaha. Rasanya, dunia saya menjadi lebih tenang. Mungkin saja manusia tidak terlahir baik, tetapi ada hati yang bisa berkembang.. Jika kita menemukan kebaikan, kita akan merasa diri lebih kaya.

 

Lagipula, bicara tentang keuntungan, sudah jelas semua orang akan merasa lebih tertarik dan terbuka pada orang yang ramah dan baik hati. Sekali lagi, saya bukan orang yang terlalu ramah. Pertama kali bertemu, reaksi yang sering saya dapat adalah “terlalu serius”. Mungkin karena wajah saya cenderung cemberut. Tetapi saya bisa membuat online persona baik hati dan saya mendapat banyak pujian dari interaksi yang didasarkan pada itu.

 

Jika ingin mencoba menjadi lebih baik, mulailah menjadi pendengar yang baik. Tanpa menghakimi dan terlalu mudah menggunakan sudut pandang kita untuk menghakimi orang lain.

 

Setiap orang pasti datang dengan kepribadian dan latar belakang yang sudah terbentuk jauh sebelum kamu mengenal mereka. Itu mengapa kita selalu berbeda. Saya berusaha untuk tidak menghakimi apapun yang orang lain lakukan. Meskipun saya tidak akan melakukan hal yang sama. Tetapi setidaknya, saya sudah berusaha untuk menjadi lebih baik hati dengan tidak menghakimi.

 

Terlalu mudah untuk menjadi polisi moral. Sedikit-sedikit menasehati orang untuk hal yang menurut mereka buruk. Sebenarnya, kita tidak punya hak untuk mengatur hidup orang lain. Kita tidak punya hak untuk mengatur cara berpakaian, berpikir atau berbicara orang lain. Ya, semua orang bebas melakukan apa saja.

 

Seringkali, orang menempatkan diri sendiri dalam posisi yang tidak baik. Sangat subyektif memandang sesuatu. Kita memasukan nilai-nilai yang dianggap benar dalam segala hal. Sehingga sulit sekali mengapresiasi dan memuji karena banyak hal tidak sesuai dengan kita. Tak usah letakkan dirimu sebagai kamu ketika belajar berbuat baik. Ketika saya melakukan Kind Words, saya tidak meletakan Calvin Chandra di dalam sana. Saya sesuatu yang tidak berbentuk.

 

Percaya bahwa kebaikan membawa banyak keuntungan. Saya percaya tentang konsep keterhubungan. Misalnya kita membantu orang yang jatuh di jalan, mungkin ia hendak berbuat jahat. Kemudian ia merasakan kebaikan dan berubah pikiran. Kita tidak pernah tahu. Pada akhirnya, berbuat baik pada orang lain juga menyehatkan jiwa kita. Semua usaha baik hati yang saya buat akhir-akhir ini malah membuat saya berpikir. Mungkin bukan saya yang berbuat baik pada mereka, tetapi mereka yang jadi baik buat saya.

 

***

Berkaca pada pemahaman Calvin Chandra sendiri, saya percaya teori menjadi manusia yang baik adalah awal dari hubungan yang baik. Seseorang akan lebih menarik karena kepribadiannya yang baik. Meski bukan berarti kamu harus selalu terlihat sempurna tak bercela, tapi selalu memperlihatkan upaya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Tak ada manusia yang sempurna itulah juga tak ada hubungan yang sempurna. Namun ketika kita memiliki hati yang baik, kita pun akan lebih mudah menerima ketidaksempurnaan tersebut dengan tulus.

 

Ilustrasi: @maria_alethea

Baca juga: Saling Terbuka Kunci Hubungan Bahagia

 


Booking.com