Aug, 19 2019



Keputusan Memilih Jodoh

Author Razi Thalib


 

Dipublikasikan pertama kali oleh greatmind.id

 

Ada tidak sih cara yang tepat untuk menentukan apakah seseorang itu jodoh kita atau bukan? Nyatanya jodoh itu bukan sekadar takdir tapi tentang sebuah keputusan. Ya, keputusan. Kita harus memutuskan apakah seseorang itu adalah jodoh kita atau bukan. Menentukan apakah dia adalah orang yang tepat untuk kita bertahan dalam sebuah komitmen. Itulah mengapa dalam menentukan kriteria pasangan yang potensial kita harus benar-benar tahu apa yang kita mau. Mengapa? Karena cinta ditemukan dengan melalui sebuah perjalanan yang penuh dengan emosi meski untuk berada di komitmen tersebut dibutuhkan lebih dari sekadar cinta. Berdasarkan observasi saya mengembangkan sebuah aplikasi online  Setipe.com, proses menemukan Jodoh membutuhkan pemikiran, rencana dan keputusan logis di dalamnya. Agar lebih efektif, jika kita ingin menentukan apakah dia adalah pasangan potensial atau bukan buatlah ketentuan berdasarkan tiga poin berikut:

 

Faktor spiritual

Bukan, bukan. Bukan soal agama. Pengertian spiritual di sini jauh lebih luas dari sekadar agama tapi lebih kepada kepercayaan akan sesuatu yang besar. Kepercayaan akan keberadaan diri dan tujuan hidup (yang dapat dipertimbangkan berasal dari nilai spiritual). Perspektif ini sama saja berarti dengan bagaimana kalian sebagai pasangan dapat menempuh perjalan hidup bersama untuk menempuh satu visi besar nantinya ketika berada dalam komitmen. Apakah kepercayaan kalian akan sebuah target hidup dapat saling melengkapi? Inilah yang dapat menjadi pegangan kalian dalam menentukan apakah dia jodoh kita atau bukan: memiliki kepercayaan atau perspektif yang sama soal hidup atau tidak.

 

Faktor kedewasaan mental. Penilaian kedewasaan mental seseorang dapat dilihat dari bagaimana dia berkomunikasi, berperilaku, level intelektual, kedewasaan dalam berpikir dan bertindak serta pengalaman hidupnya. Dalam proses pemahaman diri satu sama lain, soft skill yang dia miliki menjadi penting untuk dipertimbangkan dan biasanya penilaian akan kemampuan tersebut berasal dari adanya konflik di antara kalian.  Bagaimana dia menyelesaikan masalah, mencari solusi dan berkomunikasi dalam krisis dapat membuat kita lebih percaya diri untuk bilang dia memenuhi ketentuan pencarian jodoh yang kita harapkan atau tidak.

 

Faktor penampilan fisik. 

Jika hubungan diibaratkan dengan api unggun, penampilan fisik adalah percikan api yang dibuat untuk menyalakan api unggun tersebut. Penampilan fisik seakan menjadi pintu utama untuk menarik perhatian seseorang. Tapi ingatlah bahwa penampilan fisik itu pun harus tampil secara alami bukan karena makeup apalagi operasi plastik. Untuk menentukan kriteria penampilan fisik pun harus spesifik. Tidak bisa hanya sekadar ganteng, cantik, tinggi, pendek. Tapi harus spesifik misalnya tinggi: lebih tinggi dari kita atau setinggi pemain basket dunia. Ini akan memudahkan kita untuk membuat perbedaan dengan orang lain yang mungkin memiliki potensi yang sama.

 

Ketika kita memiliki kerangka berpikir demikian di kepala, kita jadi lebih tahu apa yang kita mau dalam memilih dan menentukan jodoh nantinya. Jodoh kita adalah orang yang kita butuhkan dan inginkan. Inilah resepnya. Akan tetapi saat “menggodok” resep tersebut, kita pun harus memasukkan bumbu lain yaitu diri sendiri. Artinya kita juga harus mempersiapkan diri kita yang sama atraktifnya dengan dia. Jika kita ingin mendapatkan seorang istri yang sabar, kita juga harus menjadi pria yang sabar. 

 

Pada dasarnya kita akan menarik seseorang yang merefleksikan diri kita sendiri sehingga untuk mendapatkan seseorang yang kita inginkan kita pun harus menjadi orang itu. Sehingga kita harus jujur tentang diri kita sendiri. Fokus pada diri sendiri akan mengantar kita pada komitmen di mana terdapat tanggung jawab dan integritas di dalamnya. Fokus pada diri sendiri maksudnya adalah fokus pada tanggung jawab kita. Tidak mudah terganggu dengan ekspektasi kita pada pasangan. Jika memang dia memenuhi ekspektasi, berarti itu bonus untuk kita. Tapi jika tidak, kita juga tidak akan kecewa karena kita fokus pada integritas kita untuk menjadi pasangannya. Semakin tinggi ekspektasi kita pada pasangan semakin tinggi kemungkinan kita berpisah dengannya. Ekspektasi hadir bersama dengan kekecewaan kita. Semakin tinggi ekspektasi semakin tinggi kekecewaan yang akan kita rasakan jika itu tidak terpenuhi.

 

Menemukan jodoh itu membutuhkan keputusan yang pasti dari hari pertama bertemu seseorang meski belum benar-benar ada ikatan secara resmi. Komunikasikan gol yang ingin dicapai dari hubungan kalian dan jadilah diri sendiri yang sudah dilengkapi dengan perspektif positif. Kesampingkan ego, ketahui kelebihan dan kekurangan (secara bijaksana) kemudian beritahu dia sejujurnya. Komposisi ini dapat membantumu menentukan secara bijaksana, untuk berkomitmen dalam apa yang kita ingin dan butuhkan.

 

Ilustrasi oleh @maria_alethea

Baca juga: Apakah Kita Penghalang Pertemanan Pasangan?

 

TAGS :   jodoh   pasangan   menikah   keputusan   hubungan   cinta  


Booking.com